Senin, 14 Maret 2011

KARENA DIKAU SEGERA MENJADI TUA, DAN AKU MUSTAHIL KEMBALI MUDA....



KARENA DIKAU SEGERA MENJADI TUA,
DAN AKU MUSTAHIL KEMBALI MUDA....

oleh Akhmad Nasrun pada 26 Maret 2010 jam 17:26


perjalanan kita semakin sulit, perempuan
jangan lagi melemahkan semangatku
dengan dalih dan alasan apa-pun
kembali ke hulu awal arung rakit kita

bukankah pernah kau katakan, perempuan
bahwa kita bisa berenang ke tepian
menerjang air pasang yang datang
sirnakan bayang takutmu tersakiti kemudian

apa artinya menunggu bagimu, perempuan
sedangkan waktu tak bisa ditabung
karena dikau segera menjadi tua
dan aku mustahil kembali muda

seandainya kuat hasrat melangkah, perempuan
perjalanan ini-pun akan kita lanjutkan
bukan dengan menggantang asap harapan
tetapi berhadapan dengan sejuta riskan

sudahlah,
jika dikau hendak berhenti, perempuan
aku tak akan menghunus pedang memaksa
karena apa yang hendak dikau harapkan
dari musafir papa membawa tepak hampa
hanya berisi rangkaian kata-kata cinta
alangkah kurang santunnya aku berkata;
apakah cinta bisa mengenyangkan kita
dari semua hiruk-pikuk lapar dan dahaga


ah,
itu omong kosong belaka, bukan




250310 – 10.10 @SAMUDERA-PASAI
090111 - 15.51 @MILAD KE 15 PERNIKAHANKU
140311 – 14.14 @ULANG TAHUN KE 48 ISTERIKU








Kamis, 10 Maret 2011

MENDAMBA-MU


MENDAMBA-MU
Oleh;  DIVINEANA QUEEN
pada 14 Februari 2011 jam 13:05

Berlalu sang waktu
Berabad sudah aku jauh dari-Mu
Dalam hitam legam zaman diwajahku
ku mendamba-Mu,
merindu-Mu hadir kembali dalam setiap langkah hidupku
Muhammad ya R0sulullah.. hadirlah gelap kan sirna.
Ya Nabi.. Ya Habibi..sem0ga Allah selalu merahmati-Mu
Dengan Cinta, dengan kasih Sh0lawat umat-Mu di wajah-Mu
Di langkah-Mu di setiap hela nafas yang terpancar cahaya
Teranglah gelapnya jiwa.
Allahumma Sholli wasallim 'ala Muhammad ya R0sulullah..
Allahumma sh0lli wasallim waBarik 'Alaihi
Karena-Mu tersingkaplah jalan cinta hamba kepada-NYA.


HEADING OUT BY ALISTAIR CHILD @FOTOBLUR






" H U J A N "


" H U J A N "
Oleh: ENI SUSANA ‘INNE’
pada 08 Maret 2011 jam 20:19
Hujan
di ambang petang
tak begitu deras
menguar aroma khas
tanah basah
dingin mengelindap
rinainya samar menyentuh-nyentuh pipiku
berkilau di ujung-ujung rambutmu

Hujan
masih selalu sama
mengirim kesejukan
pengharapan
memanjakan
nyaman bercengkerama di situ
lincak bambu dengan bantal-bantal hijau
saling berbisik
disela pijatan lembut di bahu
dua cangkir kopi panas
di sudut teras yang tempias

Hujan
melarutkan rindu
pada sejumput kenang milik masa lalu
kini maupun dulu
hujan  tetap selalu
terdengar merdu

*hujan dan malam adalah kegelapan yang menentramkan

sribawono 07032011


( terimakasih setia temani aku nikmati hujan )